Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia, Bursah Zanubi, yang menyebutkan bahwa tidak ada bupati yang bebas dari korupsi. Bima menilai ungkapan tersebut terlalu menyamaratakan dan tidak adil terhadap kepala daerah yang sebenarnya berintegritas.
Ia menyatakan bahwa pernyataan Bursah mungkin muncul dari pengalaman pahit yang telah dilalui oleh banyak kepala daerah. Namun, menciptakan stigma negatif kepada semua kepala daerah tidaklah tepat, mengingat ada banyak pemimpin yang bekerja secara etis dan bertanggung jawab.
Menurut catatan dari Kementerian Dalam Negeri, memang terdapat sekitar 500 kepala daerah yang terjerat dalam kasus korupsi. Namun, angka tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk menggeneralisasi bahwa semua bupati menunjukkan perilaku yang sama.
Pentingnya Memisahkan Kasus dari Individual
Bima menyatakan ada banyak contoh kepala daerah yang menjalankan tugas mereka dengan baik tanpa terlibat dalam praktik korupsi. Mereka berkomitmen untuk melayani masyarakat tanpa menduakan moralitas yang seharusnya menjadi dasar seorang pemimpin.
Sosok bupati yang bersih dan berintegritas seharusnya mendapat pengakuan dan dukungan. Ketika semua diperhadapkan dengan tantangan serupa dalam pemerintahan, penting untuk memberikan apresiasi pada kejujuran dan kerja keras yang mereka tunjukkan.
Bima juga menegaskan bahwa penting untuk memberikan kesempatan kepada kepala daerah yang bersih untuk menjalankan tugas mereka tanpa mendapat anggapan negatif. Konteks yang lebih luas dalam pemerintahan harus diperhatikan, tidak hanya melulu terfokus pada individu yang melakukan kesalahan.
Akibat Pernyataan yang Menyamaratakan
Pernyataan Bursah yang umum ini tentunya mengundang reaksi dari banyak pihak. KPK misalnya, melalui juru bicaranya Budi Prasetyo, mengatakan bahwa pernyataan tersebut menunjukkan krisis kepemimpinan di kalangan kepala daerah.
KPK menjelaskan bahwa praktek korupsi di daerah masih menjadi persoalan serius yang memengaruhi tata kelola pemerintahan. Hal ini menunjukkan bahwa ada tantangan yang harus dihadapi oleh kepala daerah yang ingin tetap bersih.
Reaksi dari masyarakat dan organisasi anti-corruption terhadap pernyataan ini juga sangat beragam. Banyak yang merasa bahwa pernyataan tersebut justru menyudutkan integritas para pemimpin yang berusaha melakukan hal yang benar.
Perspektif dari Indonesia Corruption Watch
Dalam menanggapi pernyataan Bursah, Indonesia Corruption Watch (ICW) memberikan kritik tajam. Mereka merasa bahwa ungkapan tersebut berpotensi menormalkan korupsi dan merendahkan upaya pemberantasan korupsi yang telah dilakukan.
Yassar Aulia, peneliti dari ICW, berpendapat bahwa pernyataan Bursah seharusnya disampaikan kepada aparat penegak hukum agar dapat ditindaklanjuti, bukan malah dipublikasikan sebagai sebuah kebenaran yang membawa dampak buruk.
ICW percaya bahwa mengesahkan pikiran bahwa korupsi adalah masalah umum yang harus diterima hanya akan mengurangi semangat dalam memerangi praktik-praktik korupsi. Hal ini merupakan tantangan bagi semua elemen masyarakat untuk terus mendorong tindakan pencegahan yang lebih baik.
Menuju Tata Kelola yang Lebih Baik
Hasil dari semua perdebatan ini seharusnya tidak hanya menjadi suara kosong, tetapi memicu dialog yang lebih konstruktif tentang bagaimana membangun pemerintahan yang lebih baik di Indonesia. Penegakan hukum yang tegas terhadap korupsi adalah salah satu langkah penting.
Setiap kepala daerah perlu diberikan panduan dan sumber daya untuk menjalankan tugas mereka dengan baik. Pemerintah pusat juga harus mempertimbangkan untuk memberikan pelatihan dan dukungan bagi kepala daerah dalam memahami tugas dan tantangan yang dihadapi, sehingga mereka bisa menghadapi situasi dengan lebih baik.
Di sinilah perlunya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, serta elemen masyarakat untuk menemukan solusi yang efektif. Dengan demikian, kepala daerah yang berintegritas dapat diberdayakan dan menjadi contoh bagi yang lain dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan.














