Dalam sebuah insiden tragis yang terjadi di Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, sebuah musala ambruk ketika ratusan santri tengah melaksanakan salat asar. Peristiwa ini berlangsung pada hari Senin, 29 September, dan menyisakan banyak korban yang terjebak dalam reruntuhan.
Salah seorang santri yang selamat, Muhammad Rijalul Qoib (13 tahun), menjelaskan bahwa saat kejadian, dirinya dan teman-temannya sedang fokus dalam ibadah. Tiba-tiba, mereka mendengar suara retakan yang menyeramkan dari bangunan tersebut sebelum akhirnya ambruk.
Musala tersebut terdiri dari tiga lantai dan masih dalam tahap pembangunan. Rijalul mengungkapkan, suara retak semakin keras seiring waktu, hingga akhirnya bangunan tidak dapat menahan beban dan runtuh.
Detil Kejadian dan Pengalaman Korban Selamat
Rijalul mengisahkan saat mendengar suara bangunan yang retak, alarm dalam dirinya berbunyi. Ia menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan berupaya untuk menyelamatkan diri dengan berlari ke area wudu.
Namun, dalam pelariannya, ia terjebak oleh reruntuhan material dan hampir tidak bisa menemukan jalan keluar. Beruntung, Rijalul menemukan celah di antara puing-puing yang membantunya untuk melarikan diri.
Dia menggambarkan momen tersebut sebagai pengalaman yang menegangkan dan mendebarkan. Meskipun mengalami cedera ringan akibat puing yang jatuh, ia bersyukur bisa berhasil keluar dengan selamat.
Proses Pembangunan Musala dan Aktivitas Harian Santri
Musala yang ambruk tersebut diketahui masih dalam proses pembangunan dan baru mulai difungsikan. Para santri sering menggunakan musala untuk melaksanakan ibadah berjamaah seperti sholat dan pengajian.
Rencana pembangunan gedung yang lebih besar dengan tiga lantai bertujuan untuk memberikan kenyamanan dalam beribadah. Namun, insiden ini membuka mata banyak pihak tentang aspek keselamatan yang perlu diperhatikan dalam setiap proyek konstruksi.
Para santri yang sebelumnya merasa aman kini hidup dalam ketakutan, mengingat mereka harus beribadah di tempat yang belum sepenuhnya aman. Keluarga mereka pun berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi penyelenggara agar lebih memperhatikan standar keselamatan, khususnya pada bangunan yang sedang dalam tahap pembangunan.
Pentingnya Standar Keselamatan pada Bangunan Baru
Kehilangan nyawa atau luka akibat kecelakaan seperti ini semestinya dapat dihindari jika ada pengawasan yang ketat pada proyek-proyek pembangunan. Menetapkan standar keselamatan yang jelas adalah langkah penting untuk melindungi semua orang yang menggunakan fasilitas tersebut.
Selain itu, penting bagi pekerja di lapangan untuk menerima pelatihan mengenai keselamatan kerja. Pengetahuan yang tepat mengenai prosedur yang aman sangat penting untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Pengawasan yang lebih intensif dari pemerintah setempat dan lembaga terkait juga diperlukan. Hal ini dapat mencegah terjadinya pelanggaran dalam pembangunan yang berakibat fatal bagi pengguna bangunan tersebut.












