Dewan Pariwisata Singapura (STB) baru-baru ini merilis laporan menyeluruh mengenai kinerja sektor pariwisata negara tersebut. Menurut data terbaru, pendapatan dari sektor pariwisata Singapura mencapai angka yang memukau, yaitu 23,9 miliar dolar Singapura hingga kuartal III tahun 2025.
Ini menunjukkan bahwa Singapura kembali menjadi destinasi utama bagi wisatawan internasional. Indonesia, sebagai salah satu negara mitra terdekat, bersama dengan China daratan dan Australia, memberikan kontribusi signifikan terhadap hasil tersebut.
STB prognostikkan bahwa pendapatan pariwisata untuk tahun penuh 2025 akan diumumkan pada kuartal kedua tahun mendatang. Sektor-sektor seperti hiburan, makanan, dan minuman menjadi pendorong utama pertumbuhan yang ditunjukkan dengan angka pertumbuhan 15 persen dalam kategori ini.
Dari laporan tersebut, STB menegaskan bahwa terdapat pertumbuhan yang stabil dalam sektor pariwisata. Penerimaan sektor ini menunjukkan peningkatan 6,5 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, antara Januari hingga September 2025.
Menurut STB, kinerja yang positif ini menunjukkan bahwa pariwisata akan terus berkembang pesat, mengikuti jalur yang tepat untuk mencapai proyeksi penerimaan antara 29 sampai 30,5 di tahun 2025. Ini tentunya memberikan harapan yang lebih besar bagi industri pariwisata di Singapura.
Tren Pertumbuhan Sektor Pariwisata di Singapura tahun 2025
Pendapatan yang luar biasa ini tidak lepas dari kontribusi wisatawan yang menghabiskan uang di sektor hiburan dan makanan. Misalnya, wisatawan dari China daratan tercatat menghabiskan lebih banyak sampai tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman juga mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 19 persen. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya mencari pengalaman baru tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman kuliner mereka selama berkunjung.
STB mencatat bahwa kedatangan pengunjung internasional terus mengalami peningkatan, yang mencerminkan tren positif pariwisata di Singapura. Jumlah pengunjung internasional meningkat menjadi 16,9 juta pada tahun 2025 dan angka ini menjadi titik terang untuk pemulihan sektor wisata pascapandemi.
Pada periode yang sama, pasar utama yang menyuplai kedatangan wisatawan adalah Tiongkok Daratan, Indonesia, dan Malaysia. Tiongkok Daratan menyumbang 3,1 juta, diikuti oleh Indonesia dengan 2,4 juta dan Malaysia sebanyak 1,3 juta pengunjung.
Peranan Indonesia dalam Pendapatan Pariwisata Singapura
Indonesia berperan penting sebagai salah satu penghasil pendapatan pariwisata terbesar untuk Singapura. Dengan kontribusi sekitar 2,09 miliar dolar Singapura, Indonesia berada di urutan kedua setelah Tiongkok Daratan.
Perdagangan pariwisata ini menawarkan peluang yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Wisatawan Indonesia tertarik dengan beragam pengalaman yang ditawarkan, mulai dari budaya hingga kuliner.
Tindak lanjut dari pertumbuhan ini tentunya berdampak positif terhadap hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura. Kedua negara bisa saling memanfaatkan sektor pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masing-masing.
Dengan lebih banyaknya wisatawan yang datang, diharapkan akan ada kolaborasi yang lebih banyak antara industri pariwisata di kedua negara. Inisiatif seperti paket wisata yang terintegrasi menjadi relevan di tengah kondisi ini.
Strategi Meningkatkan Pengalaman Wisata di Singapura
Untuk mendukung pertumbuhan pariwisata, Singapura perlu melakukan inovasi terus menerus dalam menarik perhatian wisatawan. Salah satu cara adalah dengan menghadirkan festival dan acara besar yang menampilkan budaya lokal.
Pembangunan infrastruktur yang mendukung aksesibilitas ke berbagai tempat wisata juga menjadi salah satu strategi utama. Dengan transportasi yang lebih baik, wisatawan akan lebih nyaman menjelajahi destinasi-destinasi menarik di Singapura.
Penyedian informasi yang jelas dan mudah diakses mengenai tujuan wisata juga sangat penting. Melalui promosi yang efektif, wisatawan diharapkan dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik, sehingga pengalaman yang didapatkan lebih memuaskan.
Kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas lokal juga bisa menjadi pendorong dalam meningkatkan kualitas layanan. Memastikan bahwa semua aspek pariwisata berfungsi dengan baik akan berdampak positif pada reputasi Singapura sebagai tujuan wisata utama.














