Dalam dunia medis, transplantasi hati donor hidup semakin menunjukkan relevansinya sebagai solusi bagi pasien dengan penyakit hati stadium lanjut. Diskusi mengenai prosedur ini menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan donor organ.
Dalam kesempatan kali ini, kami menghadirkan dokter Tan Ek Khoon, seorang ahli bedah hepatobilier dan transplantasi hati asal Singapura. Selain membahas prosedur transplantasi hati, Tan juga menjelaskan mengenai kriteria dan proses yang harus dipenuhi oleh calon donor.
Penting untuk diketahui bahwa transplantasi hati donor hidup bukan hanya terkait aspek medis, tetapi juga menyangkut hubungan emosional antara donor dan penerima. Hal ini menjadi sangat krusial dalam merencanakan waktu dan lokasi operasi.
Pentingnya Peran Donor Hidup dalam Transplantasi Hati
Transplantasi hati dari donor hidup memberikan kesempatan bagi pasien untuk merencanakan proses penyembuhan dengan lebih baik. Hal ini berbeda dengan transplantasi dari donor decedent, di mana pasien harus menunggu ketersediaan organ yang sering kali memakan waktu yang tidak pasti.
Menurut Tan, donor hidup memang lebih menguntungkan karena pasien mendapatkan hati dari sumber yang dapat direncanakan. Dengan demikian, pasien dapat mempersiapkan diri secara fisik dan mental jauh lebih baik.
Selain itu, adanya hubungan emosional antara donor dan penerima juga memberikan pengaruh positif terhadap proses penyembuhan. Dukungan dari keluarga atau pasangan yang kuat diyakini dapat mempercepat pemulihan setelah melakukan operasi.
Kriteria untuk Menjadi Donor Hati
Secara umum, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh orang yang ingin menjadi donor hati. Kesehatan fisik dan mental menjadi syarat utama bagi calon donor.
Calon donor harus berusia antara 18 hingga 75 tahun, serta tidak memiliki riwayat penyakit yang dapat membahayakan baik donor maupun penerima. Hal ini adalah langkah preventif untuk memastikan bahwa proses transplantasi berlangsung dengan aman.
Penting untuk menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh untuk menilai kelayakan menjadi donor. Dokter akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi liver, bentuk tubuh, dan faktor genetik sebelum mengambil keputusan akhir.
Proses Transplantasi Hati Donor Hidup
Proses transplantasi hati donor hidup dimulai dengan pencocokan antara donor dan penerima. Setelah keduanya cocok, berbagai prosedur medis akan dilakukan untuk memastikan kesiapan keduanya.
Sebelum operasi, dokter akan melakukan rangkaian tes untuk memastikan tidak ada komplikasi yang bisa terjadi. Ruang lingkup pemeriksaan ini mencakup tes darah, imaging scan, dan evaluasi kesehatan secara keseluruhan.
Setelah semua tes selesai dan hasilnya memuaskan, jadwal operasi akan ditentukan. Operasi ini memerlukan tim medis yang berpengalaman untuk menangani kedua prosedur sekaligus, yaitu pengangkatan hati dari donor dan transplantasi ke penerima.














