Pertandingan antara Semen Padang dan Persija Jakarta di Liga Super BRI 2025/2026 telah berakhir, dengan hasil yang mengejutkan. Dalam duel yang berlangsung di GOR Haji Agus Salim, Macan Kemayoran harus menelan kekalahan tipis 0-1 pada Senin malam, 22 Desember 2025.
Persija membuka laga dengan semangat tinggi, tetapi mereka segera mengalami kesulitan setelah salah satu pemain kunci, Figo Dennis, mendapatkan kartu merah di babak pertama. Kejadian ini membuat mereka harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan penguasaan bola sepanjang pertandingan.
Walaupun berada di bawah tekanan, Persija tetap mampu menunjukkan permainan dominan. Namun, ketidakberuntungan dan ketidakhati-hatian membuat mereka harus menghadapi konsekuensi fatal satu momen kritis yang mengubah arah pertandingan.
Analisis Pertandingan: Kesalahan Kritis yang Mengubah Jalannya Laga
Semen Padang memanfaatkan situasi yang tidak menguntungkan bagi Persija. Pada menit ke-83, tim tuan rumah melancarkan serangan balasan cepat yang diakhiri oleh tendangan Pedro Matos ke arah gawang. Hal ini menjadi titik balik dalam pertandingan yang tampaknya dikuasai oleh Persija.
Dalam situasi yang berbahaya itu, upaya Jordi Amat untuk membuang bola justru berujung pada kesalahan. Bola yang seharusnya bisa diamankan justru melesat ke belakang dan mengelabui Rizky Ridho, yang posisinya terlalu terlambat untuk melakukan penyelamatan.
Lebih parah lagi bagi Persija, Fabio Calonego menyusul Figo Dennis dengan mendapatkan kartu merahnya setelah melakukan pelanggaran yang terlihat jelas. Tindakan ini membawa kerugian ganda bagi tim tamu yang terlihat kesulitan akibat kekurangan pemain di lapangan.
Peluang yang Terbuang: Gol yang Diharapkan Persija Dibatalkan
Ketegangan mencapai puncaknya ketika Emaxwell Souza mengira telah mencetak gol penyama kedudukan di menit akhir. Kegembiraan tersebut segera sirna ketika wasit membatalkan gol itu karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Allano Lima sebelum tendangan tersebut.
Hal ini menunjukkan betapa tipisnya margin kesuksesan dalam sepak bola, di mana satu kesalahan kecil dapat berdampak besar pada hasil akhirnya. Dengan peluang yang terbuang, Persija harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka tidak bisa memperpanjang rekor enam kemenangan beruntun.
Keputusan tersebut membuat Semen Padang tetap unggul hingga peluit panjang dibunyikan, meraih tiga poin berharga yang akan meningkatkan kepercayaan diri mereka di liga. Ini juga membuat Persija terpukul dalam usaha mereka untuk kembali ke posisi dua klasemen sementara yang saat ini tersedia.
Dampak Hasil Pertandingan pada Klasemen Liga Super BRI
Setelah hasil ini, Persija Jakarta berada di posisi ketiga klasemen dengan raihan 29 poin. Mereka tertinggal dua poin dari Persib Bandung yang menempati urutan kedua dan jauh dari Borneo FC yang saat ini berada di puncak dengan 34 poin.
Di sisi lain, Semen Padang berhasil naik ke posisi 16 dengan hanya selisih dua poin dari zona aman, memberi mereka harapan untuk tetap bertahan di liga. Setiap pertandingan di sisa musim ini akan krusial bagi kedua tim dalam usaha memperbaiki posisi di klasemen.
Persija Jakarta kini harus segera berfokus pada pertandingan berikutnya melawan Bhayangkara FC, yang akan digelar pada 29 Desember 2025. Semen Padang juga memiliki tantangan yang berat di laga selanjutnya melawan Madura United, yang harus mereka hadapi sehari lebih awal.
Jadwal Pertandingan dan Hasil Liga Super BRI Pekan Ini
Selama pekan ini, beberapa hasil mengejutkan telah mewarnai Liga Super BRI. Dewa United mengalahkan Persis Solo dengan skor mencolok 5-1, sementara Borneo FC dan Persebaya harus berbagi poin dalam laga yang berakhir imbang 2-2. Hasil ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di liga saat ini.
Dalam pertandingan lain, PSM Makassar harus menelan kekalahan tipis di kandang sendiri saat berhadapan dengan Malut United, yang berhasil menciptakan kejutan. Persita juga melanjutkan tren positif mereka dengan menang 3-0 atas Persik Kediri, menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan.
Satu hasil penting lainnya datang dari duel antara Persib Bandung dan Bhayangkara FC, di mana Persib berhasil meraih kemenangan 2-0. Semua hasil ini semakin memperketat persaingan di papan atas dan bawah klasemen BRI Super League.
BRI Super League: Tantangan dan Harapan untuk Tim-Tim Liga
BRI Super League 2025/2026 memang diwarnai oleh berbagai tantangan bagi setiap tim. Dengan format baru dalam liga yang menampilkan 18 tim, setiap pertandingan menjadi krusial, dan setiap poin memiliki arti yang sangat penting. Selain itu, kondisi fisik dan mental para pemain juga menjadi faktor utama dalam kesuksesan tim.
Emtek Group sebagai pemegang hak siar liga telah mengemas pertandingan ini dengan antusiasme tinggi, dengan harapan dapat menghadirkan tayangan terbaik dan mendekatkan penonton dengan aksi-aksi di lapangan. Ini menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan popularitas sepak bola di Indonesia.
Semua tim kini bersiap untuk menghadapi putaran selanjutnya, dengan harapan dan ambisi masing-masing. Semen Padang dan Persija Jakarta jelas menjadi dua tim yang akan diperhatikan untuk melihat bagaimana mereka bangkit dari hasil yang tidak memuaskan ini. Permainan yang ditampilkan di Liga Super BRI akan terus menjadi sorotan di seluruh tanah air.












