Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur, tetap beroperasi dengan normal meskipun dilanda cuaca buruk yang disertai angin puting beliung pada Kamis, 8 Januari 2026. Otoritas terkait segera mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan di bandara tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa seluruh pemangku kepentingan telah bergerak cepat untuk mengatasi situasi ini. Langkah strategi yang diambil diklaim telah sesuai prosedur yang berlaku demi keselamatan penerbangan.
Kondisi cuaca ekstrem ini menyebabkan beberapa penerbangan di Bandara Juanda mengalami penundaan dan pengalihan. Meskipun ada gangguan, tidak ada laporan kerusakan pesawat dari maskapai yang terkena dampak.
Pentingnya Tindakan Cepat dalam Situasi Darurat Penerbangan
Tindakan cepat dalam situasi darurat seperti ini sangat krusial. Dengan cepatnya pemulihan dan pengamanan yang dilakukan, banyak pihak merasa lebih tenang akan keamanan perjalanan mereka.
Kondisi ini menyoroti betapa pentingnya kerjasama antara berbagai instansi dalam menangani masalah penerbangan. Ketika setiap pihak melaksanakan perannya dengan baik, keselamatan penumpang dapat terjaga dengan lebih baik.
Panduan dan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang sudah ada perlu terus diperbarui dan dilatih secara berkala. Dengan demikian, respons yang cepat dan efektif dapat terjadi di berbagai situasi darurat yang mungkin dihadapi.
Dampak Cuaca Ekstrem terhadap Operasional Penerbangan
Cuaca ekstrem dapat memberikan dampak yang signifikan pada operasional penerbangan. Dalam kasus ini, beberapa penerbangan dari dan menuju Surabaya harus tertunda dan dialihkan ke bandara alternatif, menciptakan ketidaknyamanan bagi penumpang.
Sejumlah maskapai melaporkan bahwa penerbangan mereka mengalami holding, yang merupakan tindakan biasa dalam menghadapi cuaca buruk. Hal ini menunjukkan bahwa semua pihak di industri penerbangan telah dilatih untuk mengatasi situasi yang tidak terduga.
Komunikasi yang jelas kepada penumpang mengenai situasi saat itu diperlukan untuk menghindari kepanikan. Informasi terkait alur penerbangan dan langkah-langkah mitigasi yang diambil sangat penting untuk menjaga kepercayaan penumpang.
Pemulihan dan Mitigasi Pasca Cuaca Buruk
Setelah cuaca buruk berlalu, langkah pemulihan harus segera dilaksanakan. Tim teknis dan operasional di Bandara Juanda bekerja sama untuk memastikan bahwa semua fasilitas kembali berfungsi optimal.
Hasil pemeriksaan secara menyeluruh menegaskan bahwa landasan pacu dan apron dalam keadaan bersih tanpa adanya benda asing yang dapat membahayakan. Hal ini penting agar proses pendaratan dan keberangkatan pesawat berlangsung dengan aman.
Fasilitas pendukung penerbangan, seperti peralatan ground support, juga perlu diverifikasi setelah kejadian cuaca ekstrem. Pastikan bahwa semua perangkat dalam kondisi baik sebelum melanjutkan operasional penerbangan sehari-hari.














