Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini menegaskan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia, tanpa menempuh opsi burden sharing. Pernyataannya disampaikan dalam ajang Indonesia Economic Summit yang berlangsung di Jakarta, di mana ia menyampaikan komitmennya terhadap stabilitas kebijakan moneter negara.
Dalam konteks ini, Purbaya mengungkapkan keyakinannya bahwa Kementerian Keuangan mampu berdiri sendiri dalam urusan fiskal. Sikap tegas ini mencerminkan keputusan untuk tidak mengulangi praktik tahun 2021, ketika bank sentral mendukung pemerintah dengan membeli surat utang dalam situasi darurat pandemi.
Mengapa Independensi Bank Sentral Sangat Penting bagi Ekonomi
Keberadaan bank sentral yang independen dianggap kritis untuk menjaga kesehatan ekonomi jangka panjang. Purbaya menjelaskan bahwa ketergantungan pada kebijakan fiskal dapat mengganggu stabilitas moneter dan membawa konsekuensi serius bagi perekonomian.
Dengan menjauhkan bank sentral dari intervensi fiscal, diharapkan keputusan-keputusan yang diambil akan lebih obyektif. Hal ini penting agar kebijakan moneter tidak dipengaruhi oleh siklus politik yang seringkali bersifat temporer.
Purbaya juga menegaskan pentingnya untuk tidak memonetisasi bank sentral. Ia mengingatkan bahwa monetisasi dapat mengarah pada masalah inflasi yang berkelanjutan, yang berdampak negatif terhadap daya beli masyarakat.
Koordinasi antara Pemerintah dan Bank Sentral dalam Kebijakan Ekonomi
Meski menekankan independensi, Purbaya mengandaikan perlunya koordinasi yang kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia. Sinergi ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter demi mencapai kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
Dalam pernyataannya, Menkeu mengatakan bahwa komunikasi yang baik antara dua institusi ini penting untuk memahami tanggung jawab masing-masing. Kerjasama yang efisien adalah kunci untuk menciptakan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Hal ini juga mencakup pengawasan dan penyesuaian terhadap kondisi ekonomi yang dinamis. Dengan cara ini, diharapkan setiap kebijakan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan dan membawa dampak positif bagi rakyat.
Dampak Burden Sharing Terhadap Kebijakan Ekonomi Jangka Panjang
Purbaya menjelaskan bahwa skema burden sharing, yang diterapkan pada tahun 2021, tidak akan menjadi pilihan di masa mendatang. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga tentang risiko yang dapat ditimbulkan dari praktik tersebut.
Banyak ekonom berpendapat bahwa burden sharing dapat merusak integritas bank sentral dan menciptakan ketidakpastian di pasar. Oleh karena itu, keputusan untuk tidak mengulangi langkah tersebut dinilai bijak dan perlu diadmiring oleh pihak-pihak berkepentingan.
Keputusan ini mencerminkan kebijakan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada pemulihan. Purbaya berharap bahwa dengan langkah-langkah ini, pertumbuhan ekonomi dapat terjaga meskipun dalam situasi yang penuh tantangan.














