Data center global diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang signifikan hingga tahun 2030, dengan investasi yang mencapai sekitar USD 3 triliun. Lonjakan kebutuhan untuk kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor pendorong utama, sekaligus menciptakan peluang besar bagi Indonesia dalam sektor data center di tingkat Asia Tenggara.
Dengan semakin meningkatnya penggunaan teknologi digital, pertumbuhan sektor data center di seluruh dunia diperkirakan akan sangat agresif dalam waktu dekat. Kapasitas data center diproyeksikan hampir berlipat ganda, dari 103 gigawatt (GW) menjadi sekitar 200 GW pada tahun 2030.
Ekspansi yang pesat di sektor ini membutuhkan investasi besar, termasuk peningkatan nilai aset serta pembiayaan utang baru. Hal ini menandai awal dari fase investasi infrastruktur digital global yang sangat penting.
Transformasi Infrastruktur Data Center di Era Digital
Kondisi pasar data center menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang kuat tanpa risiko gelembung. Sebuah laporan baru menunjukkan bahwa sektor ini tidak hanya sehat, tetapi juga beradaptasi dengan perubahan permintaan yang cepat dari industri dan konsumen.
Transformasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas hingga optimasi penggunaan energi. Dengan banyaknya data yang dihasilkan setiap hari, kebutuhan untuk infrastruktur yang lebih kuat menjadi sangat mendesak.
Pakar industri menyatakan bahwa pada tahun 2027, sekitar 50% dari beban kerja data center global akan ditujukan untuk AI. Ini menjadi indikasi bahwa kita sedang memasuki era baru dalam pengelolaan dan pemrosesan data.
Peranan AI dalam Mendorong Pertumbuhan Data Center
Munculnya kebutuhan mendesak untuk AI memicu permintaan yang lebih besar untuk kapasitas data center. Proyeksi menunjukkan bahwa sampai tahun 2030, sebagian besar kapasitas tersebut akan digunakan untuk pemrosesan AI.
AI tidak hanya mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi, tetapi juga mempengaruhi desain dan manajemen data center. Fasilitas untuk pelatihan AI memerlukan daya yang jauh lebih besar dibandingkan dengan data center tradisional.
Dengan biaya sewa yang lebih tinggi dan kepadatan daya yang meningkat, para penyewa kini lebih memilih basis infrastruktur yang dapat memenuhi kebutuhan AI yang berkembang pesat.
Indonesia: Pusat Pertumbuhan Data Center di Asia Tenggara
Indonesia berada pada posisi strategis dalam pertumbuhan sektor data center di Asia Tenggara. Data dari berbagai sumber menunjukkan proyeksi pertumbuhan yang menjanjikan untuk industri ini, dengan angkanya bisa mencapai 14% per tahun hingga 2028.
Permintaan untuk penggunaan data center pun terus meningkat, beriringan dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet. Hal ini mendorong investor untuk lebih aktif berpartisipasi dalam diversifikasi portofolio ke sektor ini.
Kota-kota seperti Jakarta tetap menjadi lokasi utama karena kedekatannya dengan infrastruktur internet yang mendukung. Namun, daerah lain seperti Cikarang dan Karawang juga mulai diminati karena kemajuan dalam industri dan akses kepada utilitas penting.
Tantangan Energi dan Ketersediaannya untuk Data Center
Meski sektor ini tumbuh pesat, tantangan dalam penyediaan energi menjadi isu krusial yang harus diperhatikan. Rata-rata waktu tunggu untuk koneksi listrik di pasar utama telah melampaui empat tahun, mendorong beberapa operator untuk mencari solusi energi mandiri.
Investasi dalam sumber energi terbarukan dan sistem penyimpanan energi yang efisien menjadi sangat relevan di tengah tantangan ini. Sebagian besar operator harus mengeksplorasi berbagai metode untuk menjamin ketersediaan energi yang cukup bagi operasional mereka.
Dengan pertumbuhan yang diproyeksikan, keberlanjutan dan efisiensi energi akan menjadi pilar tersendiri dalam strategi pengembangan data center ke depan.














