Sebelumnya, harga emas melewati posisi USD 4.000 per ounce untuk pertama kali pada perdagangan Rabu, 8 Oktober 2025. Hal itu membangun reli rekor harga emas di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Selain itu, harapan pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve mendorong investor berbondong-bondong membeli aset safe haven.
Selain harga emas, harga perak juga menguat ke rekor tertinggi pada perdagangan Rabu pekan ini. Hal itu menunjukkan investor ramai-ramai membeli logam mulia.
Mengutip CNBC, Kamis (9/10/2025), harga emas di pasar spot naik 1,52% menjadi USD 4.044,09 per ounce. Harga emas berjangka untuk pengiriman Desember bertambah 1,7% ke posisi USD 4.070,5.
Harga perak bertambah 2,4% menjadi USD 48,97 per ounce, setelah sentuh level tertinggi di USD 49,57.
“Kekuatan emas mencerminkan latar belakang makroekonomi dan geopolitik yang sangat positif bagi aset-aset safe haven, ditambah kekhawatiran terhadap aset-aset safe haven tradisional lainnya,” ujar Direktur Metals Focus, Matthew Piggott.
Analisis Mendalam Mengenai Lonjakan Harga Emas dan Perak
Lonjakan harga emas yang baru-baru ini terjadi dapat dilihat sebagai indikasi dari perubahan besar dalam lanskap ekonomi global. Di saat banyak negara menghadapi ketidakpastian, emas kerap kali menjadi pilihan utama bagi para investor.
Hal ini tidak terlepas dari kondisi makroekonomi yang juga mempengaruhi pasar perak. Kebijakan moneter yang longgar serta ketidakstabilan politik di berbagai belahan dunia memperparah kekhawatiran dan mendorong lebih banyak orang untuk berinvestasi di logam mulia.
Dalam jangka panjang, dapat diprediksi bahwa harga emas dan perak akan terus mengalami fluktuasi. Namun, dengan kondisi ekonomi saat ini, proyeksi menunjukkan bahwa tren kenaikan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah permintaan di pasar Asia, khususnya Tiongkok dan India yang dikenal sebagai konsumen terbesar emas. Dengan meningkatnya permintaan, harga diperkirakan akan terus stabil atau bahkan naik.
Investor harus bijak dalam mengamati prediksi harga logam mulia ini. Keputusan investasi yang tepat memerlukan analisis menyeluruh terhadap berbagai faktor yang dapat memengaruhi harga emas dan perak di masa mendatang.
Peranan Suku Bunga Terhadap Investasi Emas dan Perak
Suku bunga adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi harga emas dan perak di pasar global. Ketika suku bunga rendah, biaya untuk menyimpan logam mulia menjadi lebih menarik bagi investor.
Hal ini dapat menjelaskan mengapa saat ini terlihat manyari aksi beli yang kuat. Dengan harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, para investor cenderung beralih ke aset aman seperti logam mulia.
Di sisi lain, saat suku bunga meningkat, arus investasi biasanya berpindah ke instrumen keuangan yang lebih menghasilkan. Oleh karena itu, pengamat pasar selalu memperhatikan arah perubahan suku bunga untuk memprediksi gerakan harga emas dan perak.
Selain itu, bank sentral di seluruh dunia juga berperan penting dalam menentukan arah harga. Kebijakan pembelian emas oleh bank sentral sudah menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir. Ini menciptakan tekanan tambahan pada peningkatan harga logam mulia.
Namun, investor juga harus tetap waspada terhadap faktor lain yang dapat mempengaruhi harga, seperti xpergerakan pasar saham dan berita geopolitik yang berkembang. Semua ini menciptakan dinamika yang kompleks dalam pengambilan keputusan investasi.
Kondisi Geopolitik dan Pengaruhnya Terhadap Harga Logam Mulia
Kondisi geopolitik yang tidak menentu selalu menjadi faktor penting dalam penentuan harga emas dan perak. Ketegangan internasional, konflik militer, dan krisis politik sering kali mendorong investor untuk mencari tempat yang aman untuk menyimpan kekayaan mereka.
Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan antara beberapa negara telah memunculkan kekhawatiran akan konflik yang lebih besar. Dalam situasi seperti ini, emas biasanya dianggap sebagai pelindung nilai terbaik.
Kekhawatiran akan inflasi juga berkontribusi pada lonjakan harga logam mulia. Banyak investor percaya bahwa emas dapat melindungi nilai aset mereka saat inflasi meroket, sehingga meningkatkan permintaan akan logam ini.
Selain itu, faktor teknologi seperti peningkatan penggunaan perak dalam industri juga turut mendorong harga. Permintaan dari sektor teknologi, termasuk otomotif dan energi terbarukan, membuat perak semakin menarik.
Oleh karena itu, investor perlu menganalisis tidak hanya faktor ekonomi, tetapi juga aspek geopolitik dan teknologi yang dapat memengaruhi pasar logam mulia secara keseluruhan. Kesadaran akan hubungan antara faktor-faktor ini adalah kunci untuk membuat keputusan investasi yang cerdas.














